Membuat Telur Asin
Oleh : Dzanur Roin*
Rabu, tanggal 27 September 2017. Adalah hari yang menyenangan bagi siswa-siswi kelas 3 SD Muhammadiyah 12 Surabaya. Pembelajaran yang akan di lakukan adalah membuat telur asin. Setelah semua bahan disiapkan, seperti telur asin, batu bata merah, Abu Gosok, dan garam dan beberapa wadah atau tempat untuk menyimpan telur. Semua siswa-siswi berkumpul di lapangan untuk mendengarkan intruksi dari guru tamu. Ustadzah Fatimah selaku penanggung jawab kegiatan ini beserta ustadz Charbudin dengan sigap dan cepat mengatur siswa-siswinya untuk berbaris rapi agar kegiatan segera di mulai.
Dengan ucapan salam yang khas guru tamu memulai acara. Pertama-tama guru tamu bertanya kepada semua siswa. Apakah suka telur asin. Semuanya serentak menjawab suka. Ya, telur asin. Siapa yang tidak suka dengan telur asin. Hampir semuanya suka. Tapi, apakah kita tahu cara membuat telur asin. Bagaimana proses membuat telur asin sehingga menjadi senikmat itu. ternyata membuat telur asin tidak semudah dan tidak secepat ketika kita menikmatinya.
Langkah-langkah membuat telur asin. Pertama kali, cuci telur sampai bersih, kemudian batu bata yang telah di siapkan, di tumbuk sampai halus kemudian campur dengan garam dan di kasih air supaya encer. Gunanya untuk merekatkan telur tersebut dengan abu gosok. Setelah semuanya selesai, telur di tata pada tempat atau wadah dengan di tata yang rapi kemudian tutup yang rapat. Taruh atau simpan di tempat yang sejuk dan tunggu sampai empat belas hari atau dua minggu. Setelah dua minggu telur bisa diambil lalu cuci dengan menggunakan air yang bersih. Telur asin siap di rebus dan di nikmati.
Dalam pembelajaran ini, siswa-siswi sangat antusias. Dari mulai melihat prosesnya sampai bertanya tentang tata caranya. Siswa-siswi yang mau bertanya harus angkat tangan dulu kemudian berdiri dan menyampaikan pertanyaanya. Berbagai macam pertanyaan muncul dari siswa – siswi dari mulai pertanyaan. Kenapa bisa asin sampai berapa lama telur asin bisa bertahan. Setelah di jawab oleh sang guru tamu peserta didik mulai praktik membuat telur asin. Satu persatu siswa-siswi maju kedepan untuk menyaksikan dan mencoba memasukan telur yang sudah di cuci bersih dimasukan kedalam adonan batu bata merah yang di campur dengan garam dan menaburinya dengan bubuk abu gosok sehingga nampak terlihat begitu besar dan tidak seperti telur lagi. Bahkan terkesan seperti gumpalan tanah atau bola kecil yang biasanya di buat olah raga bola kasti. Satu persatu siswa dan siswi maju sesuai dengan urutan absenya sampai selesai.
Belajar dengan praktik langsung lebih menyenangkan dan tentunya lebih cepat di pahami tanpa melalui teori yang berbelit-belit. Belajar dengan praktik waktu terasa lebih cepat sehingga tak terasa kita belajar. Inilah yang di sebut dengan learnig be doing. Belajar dengan melakukan terasa seperti bermain. Teruslah belajar anak-anakku. Tingkatkan prestasimu. Terima kasih atas semua ilmu dan pengetahun yang telah di berikan. Semoga bermanfaat dan tercatat sebagai amal jariyah. Salam SDM dubes. Memegang Aqidah Menebar Prestasi.
Surabaya, 27 September 2017.
*Penulis adalah Guru SD Muhammadiyah 12 Surabaya. (SDM dubes)




